UEFA Tolak Penggunaan VAR Untuk Liga Champions

Ceferin telah menyatakan tak akan tergesa-gesa untuk menggunakan VAR kendati banyak momen kontroversial terjadi di liga champions musim ini.

Aleksander Ceferin selaku presiden UEFA tetap teguh pada keputusan untuk tidak menggunakan teknologi video Asisten Wasit ( VAR ) untuk Liga Champions musim depan.

Sistem tersebut sebenarnya sudah mulai digunakan di Eropa, dengan sejumlah liga top seperti Bundesliga jerman dan Serie A italia sudah terlebih dahulu menerapkannya.

Hanya saja di Liga Champions musim ini dibumbui momen kontroversial terutama di perempat-final antara Manchester City dan Liverpool serta Real Madrid dengan juventus, ceferin tetap merasa bahwa VAR belum perlu untuk digunakan.

Fuera de juego Sane Manchester City Liverpoo

“Tidak ada yang akan melihat tayangan ulang momen hingga 20 kali, saya melihatnya 50 kali, tapi bagi sebagian ada penalti dan sebagian lagi berkata tidak,” Ungkap Ceferin ketika ditanya apakah VAR akan bisa mengeliminasi momen kontroversial di Madrid soal penalti menit akhir Cristiano Ronaldo.

“Dalam laga Manchester City Melawan Liverpool, itu mungkin akan berguna untuk menentukan gol yang dianulir. Tapi kemudian akan ada masalah lainnya.”

“Terlalu Cepat untuk VAR, suatu hari nanti, kami akan memilikinya di Liga Champions, tapi tidak perlu tergesa.”

“Liga Champions itu seperti Ferrari atau Porsche: kamu tidak bisa langsung mengendarainya, butuh latihan, percobaan awal. Setiap orang harus memahami bagaimana caranya bekerja.”

“Saya telah memiliki beberapa ketakutan akan Piala Dunia, ketika nanti akan ada wasit yang belum pernah bekerja dengan VAR. semoga tidak ada masalah tapi ini merupakan turnamen yang sangat unik.”