AS MONACO TANPA KYLIAN MBAPPE, BERNARDO SILVA & TIEMOUE BAKAYOKO

Kylian Mbappe

As Monaco Tanpa Kylian Mbappe, Bernardo Silva & Tiemoue Bakayoko.

Kedua tim elite Ligue 1 akan saling berhadapan, jika berhasil menaklukkan sang juara bertahan yang tengah kesulitan, PSG akan memimpin dengan sembilan poin.

Para pemain AS Monaco tertunduk lesu di Stade Louis II, Selasa (21/11) dan itu membuat Banyak pihak terkejut melihatnya. Tetapi faktanya tim juara Ligue 1 Prancis musim lalu itu kini sudah dipastikan tersingkir dari babak penyisihan grup Liga Champions usai takluk 4-1 dari RB Leipzig.

Akan tetapi di sisi lain banyak pula yang telah memprediksi Monaco akan mengalami kesulitan musim ini setelah melepas para pemain bintangnya.

Tim Skuat mereka berbeda dengan musim lalu saat sukses mengakhiri dominasi Paris Saint-Germain di Liga Prancis dan di saat yang sama itu pula juga berhasil mencapai hingga semi-final Liga Champions. Ketika menghadapi Leipzig, pelatih Leonardo Jardim hanya memainkan lima pemain yang tampil reguler pada musim 2016/17 yang luar biasa itu.

Djibril Sidibe dan Thomas Lemar absen karena cedera, lalu bagaimana dengan empat pemain lain yang menjadi pilar musim lalu? Mereka telah pergi hengkang keluar dari tim. Benjami Mendy dan Bernardo Silva pergi ke Manchester City, Tiemoue Bakayoko sekarang di Chelsea, sementara sang bocah ajaib Kylian Mbappe menyeberang ke Paris.

Dalam satu musim ini Skuat Monaco mengalami banyak perubahan dan itu bisa semakin buruk jika SAJA  Arsenal berhasil merekrut Lemar di hari penutupan bursa transfer atau jika Fabinho hengkang ke Manchester United atau – yang lebih buruk – ke klub rival PSG.

Hal ini membuat Monaco harus segera bisa mencari solusi.

“Hal Ini bukan hanya karena para pemain yang hengkang di bursa transfer lalu, meski itu juga telah memberikan dampak yang cukup besar karena kami kehilangan lima pemain inti,” kata bek tengah Monaco Kamil Glik selesai laga.

“Kami tidak boleh mencari-cari alasan dan saat ini kami harus fokus di liga untuk memastikan kami akan kembali berlaga di Liga Champions musim depan.”

Wakil Presiden Monaco Vadim Vasilyev biasanya tampil percaya diri ketika berbicara di depan publik. Tapi pada Selasa lalu dia mengungkapkan rasa kecewa setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

“Kami sangat kecewa. Mereka tidak berhasil di Eropa. Dalam sepakbola pasti terdapat masa-masa sulit dan ini merupakan salah satu di antaranya. Saya tidak suka melihat para pemain menyerah terlalu cepat,” ucapknya kepada para wartawan.

Beberapa hari sebelumnya, Vasilyev hadir bersama para pemegang tiket laga Monaco untuk satu musim dan duduk bersama beberapa pemain dan sang pelatih, Leonardo Jardim, yang rutin dilakukan setiap tahun.

Pertandingan Monaco yang berlangsung di markas mereka mungkin tidak dihadiri jumlah suporter yang besar setiap minggunya, tapi para fans mereka memiliki komitmen dan tuntutan yang besar sama halnya seperti para suporter tim-tim lain di luar sana.

Banyak dari mereka yang menyalahkan Vasilyev dan kebijakan transfer klub atas kegagalan di awal musim ini. Monaco kini telah tertinggal enam poin dari PSG di klasemen sementara Ligue 1 – setelah hanya mampu bermain imbang kontra Amiens Jumat lalu – dan kemungkinan akan semakin kesulitan mempertahankan gelar juara jika tidak mendapatkan poin saat menjamu tim asuhan Unai Emery pada Minggu (26/11).

Performa penampilan mereka di Liga Champions lebih buruk lagi. Monaco hanya mampu memperoleh dua poin dari lima laga. Jardim nampak kesulitan membawa timnya menampilkan permainan yang lebih baik setelah kehilangan empat pemain terbaiknya. Sebagai hasilnya, para fans ingin tim segera menemukan solusi.

salah satu komentar fans “Di akhir musim lalu, Anda berjanji tim ini tidak akan tertanggu,” . “Kami tidak mengerti Anda memberikan Fabinho tiket untuk hengkang dan kita telah kehilangan Mbappe di saat Anda enggan menambah kekuatan PSG – tim rival. ”

Akan tetapi ada juga pendapat yang menyatakan, “kami paham mengapa Anda melepas Mbappe tapi jangan membuat para suporter kecewa dengan mengatakan penjualan itu tidak akan terjadi.”

“Sejujurnya saya tidak pernah berkata bahwa tidak ada yang akan pergi, tapi benar saya pernah mengatakan tidak akan ada pemain penting yang pergi,” jawab Vasilyev. “Mereka yang pergi adalah bagian dari kesuksesan kami dan itu sulit karena kami bertaruh dan mengambil risiko ketika memilih para penggantinya. Kami harus melakukannya untuk bisa kompetitif.”

“Kami punya ambisi, kami bermain untuk berada di papan atas. Kami tidak bisa terus meraih kesuksesan seperti musim 2016-2017 di setiap tahun. Kami memiliki skuat yang kompetitif dan sedang berkembang.”

Uang yang didapatkan Monaco dari hasil penjualan Mendy, Silva, Bakayoko, Mbappe (£166 juta musim panas mendatang) dan Valere Germain memecahkan rekor tapi nilai tersebut tidak sebanding dengan para rekrutan baru mereka.

Para pemain baru seperti Terence Kongolo, Youri Tielemans, Stevan Jovetic, Keita Balde dan Adama Diakhaby mungkin akan menjadi pemain hebat pada saatnya nanti tapi harapan kepada mereka terus meningkat. Ketidakmampuan Monaco mendapatkan pengganti sepadan bagi pemain yang mereka lepas telah berdampak buruk bagi mereka.

“Sepakbola merupakan sebuah siklus dan kami harus menghormati siklus tersebut. Mungkin para pemain serta klub kami sedang berkembang kami akan lebih baik dan siap untuk kompetisi musim depan,” kata Jardim.

Monaco memang kerap melepas para pemainnya dengan harga semahal mungkin dan merekrut para pemain murah. Dalam beberapa musim terakhir itu berjalan dengan baik. Meski mereka gagal mempersembahkan trofi, Monaco tetap mendapatkan keuntungan besar secara finansial dari para pemain seperti James Rodriguez, Anthony Martial, Geoffrey Kondogbia, Layvin Kurzawa, Aymen Abdennour dan Yannick Carrasco-Ferreira.

Keberhasilan meraih gelar juara musim lalu membuat para fans berpikir Monaco mungkin harus mulai mempertahankan pemain terbaiknya dan bersaing di level yang sama dengan klub seperti PSG. Tapi sejauh ini itu belum terjadi.

PSG memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan tak terbatas karena didukung uang dari Qatar. Sementara Monaco meski mendapatkan dukungan finansial dari sang pemilik dari Rusia Dmitri Rybolovlev, tetap saja belum bisa menyaingi sang rival.

Selain dari para pemain perubahan di Monaco juga terjadi di posisi direktur olahraga. Luis Campos, yang menjabat pada 2013-2016 dan telah membantu membentuk pondasi skuat yang sukses meraih gelar juara Ligue 1, mengundurkan diri dan bergabung dengan Lille. Penggantinya Antonio Cordon hanya bertahan sekitar satu tahun dan hengkang Juli lalu.

Kehilangan para pemain merupakan konsekuensi yang biasa terjadi dari cara mereka bekerja. Mereka hanya kurang beruntung karena hasil dari pengembangan mereka pergi secara bersamaan. Monaco kemudian harus menghadapi musim yang sulit karena harus melakukan transisi dan tidak mengalami kemajuan.

Tersingkir di ajang Liga Champions dan kembali berada di bawah bayang-bayang PSG; mereka tidak melangkah maju namun justru mundur dua langkah.

Baca Juga

Preview Liga Champhion Juventus Vs Barcelona